Bimbo Prihatin Musik Indonesia

Kapanlagi.com - Grup musik legendaris Indonesia, Bimbo, yang kini menginjak 40 tahun keeksistensinya dalam bidang seni musik, mengungkapkan bahwa mereka secara prihatin akan musik di negara ini. Dibandingkan dengan negara tetangga, Malaysia, bangsa Indonesia kalah jauh, baik dalam bidang musik maupun penghargaan terhadap seniman.

"Di Malaysia, seniman selalu dihargai. Mereka diberi penghargaan, paling tidak mereka diberikan pensiun sekitar 2.000 ringgit atau sekitar enam jutaan lebih. Sedangkan kita?" ujar Sam Bimbo, di sela-sela acara 'Makan Malam Bersama Bimbo', di Semar Art Galery, Malang, Sabtu (23/6) malam.

Grup yang digawangi bersaudara, Sam, Jaka, dan Acil, pada malam itu juga menyesalkan musisi-musisi instant Indonesia yang lebih mengutamakan komersil dari pada mewakili musikalitas mereka demi bangsa.

"Jaman sekarang, grup musik itu tidak ada benang merahnya lagi dengan musisi lawas. Mereka hanya menampilkan, nih musik baru, musik lama tuh dah basi. Tidak seperti di Amerika, dan lainnya. Bangsa kita terlalu mau serba instant," kata Sam pada KapanLagi.com.

Bimbo merasa untuk saat ini sudah tidak dipentingkan lagi untuk apa lagu itu dibuat, untuk dirasakan atau hanya menyenangkan orang lain dalam arti lain.

"Dulu kita bikin lagu, kita menekankan pada hati, jadi saat mendengar hati bisa ikut menangis. Sekarang.. Kita kalau dengar lagu, yang penting badan goyang. Jika ditanya, 'Lagunya enak? Enaknya di mana?' jawabnya, 'Enak aja, goyang jadi lebih enak'" katanya.

Jaka, yang berada di samping Sam juga menambahkan, "Dan dulu kita dalam satu label perusahaan, meski banyak musisi ya, seperti Panbers, Koes Plus, Titik Puspa, Deloyds, dan lainnya, kita tidak pernah menjiplak atau mengikuti gaya yang lainnya. Kita punya ciri khas masing-masing."

"Itu barangkali yang membuat legendaris ya," pungkas Sam.

Bimbo secara tegas mengharapkan, musik Indonesia lebih dihargai baik untuk pendengar bangsa ini sendiri, maupun bisa go-Internasional, seperti musisi legendaris, Gesang, yang menciptakan lagu Bengawan Solo, dan menjadi salah satu lagu sejarah di Jepang.

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(kl/boo/rsd)

Rekomendasi
Trending