Bono Desak EU Tingkatkan Bantuan Untuk Afrika

Kapanlagi.com - Bintang rock Irlandia Bono, Kamis (9/6), mendesak para pemimpin Uni Eropa (EU) untuk melupakan politik nasional dan membuka dompet mereka untuk meningkatkan bantuan pembangunan bagi Afrika.

Menurut pemimpin U2, juru kampanye utama untuk pengurangan utang itu kepada wartawan di markas EU di Brussels, momentum tersebut harus dijaga kaerna tidak terjadi setiap tahun.

"Letakkan bendera nasional anda, lihatlah dari jumlahnya dan lihat masa depan," kata Bono yang berdiri bahu membahu dengan Presiden Komisi Eropa Jose Manuel Barroso.

Para menteri EU baru-baru ini sepakat untuk meningkatkan pengeluaran bantuan untuk mengimplementasikan rencana kemiskinan global PBB, dengan harapan membuat malu negara donor kaya lain seperti Jepang dan AS sehingga bersedia memberikan lebih banyak bantuan. Rencana itu bertujuan menurunkan hingga setengahnya jumlah penduduk miskin di dunia pada 2015.

Target baru itu merupakan bagian dari paket yang bertujuan meningkatkan bantuan EU untuk negara berkembang terutama Afrika, dan para pemimpin EU perlu mengesahkan target baru itu pada KTT pekan depan.

"Orang sekarat karena alasan yang sangat bodoh," kata Bono. "Ini bencana yang dapat dihindarkan. Ini tujuan yang dapat dicapai."

Target EU adalah mengeluarkan 0,7% dari pendapatan nasional kotor untuk bantuan pembangunan resmi dalam waktu 10 tahun. Hal itu akan meningkatkan bantuan sebesar 20 miliar ero per tahun mulai 2010.

Namun, Bono yang mengenakan setelan dan dasi dengan kacamata pelindung sinar matahari, menunjukkan skeptisme terhadap janji politik tersebut.

"Terdapat "Jalan panjang dari politisi yang menandatangani cek untuk membayar target itu," katanya. Sejumlah negara jauh lebih baik dari yang lain.

Skandinavia, terutama Denmark, merupakan contoh yang istimewa saat negara itu datang untuk memberikan bantuan, sedangkan tanah airnya sendiri -- Irlandia -- ketinggalan meskipun memiliki kesejahteraan baru, katanya.

Dan Jerman, ekonomi terbesar Eropa, perlu melakukan kebaikan atas janji bantuannya dan datang dengan membawa dana, kata Bono.

"Kanselir Schroeder mengatakan kepada saya secara pribadi bahwa ia ingin Jerman memberikan komitmen bagi target 0,7% itu pada 2015. Saya percaya padanya saat ia mengatakan hal itu kepada saya," kata penyanyi itu.

"Namun pria yang memegang dompet, (menteri Keuangan Hans) Eichel.... perlu melihat bahwa ini adalah sebuah momen bersejarah bagi Jerman untuk keluar menuju dunia.

"Mereka harus melanggar beberapa peraturan di dalam negeri dalam proses penganggaran agar menjadi bagian dari sejarah," katanya.

Jika para pemimpin EU mendukung rencana bantuan itu, mereka masih perlu menyusun cara mendanai target ambisius itu. Namun kesepakatan akan memperkuat posisi Barrosso saat ia berbicara untuk EU di KTT G8 di Skotlandia, Juli.

Sebagai pimpinan G8 saat ini, Inggris telah mengumumkan 2005 sebagai tahun bantuan untuk Afrika dan menginginkan dukungan dari negara kaya untuk meningkatkan bantuan bagi benua termiskin di dunia itu.

Barroso mengutip sebuah lagi Bono untuk menjelaskan mengapa EU perlu menmunculkan tantangan bantuan pembangunan itu meskipun terjadi krisis politik setelah penolakan konstitusi Eropa oleh pemilih Perancis dan Belanda.

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(*/dar)

Rekomendasi
Trending