Hari Musik Nasional, Tika & Udjo 'Project Pop' Harapkan Musisi Lebih Diapresiasi
(credit : qubicle.id)
KapanLagi.comĀ ā Selamat hari musik nasional! Sejak 5 tahun yang lalu, Indonesia memperingati tanggal 9 Maret sebagai hari musik nasional. Hal ini ditetapkan melalui Keppres NomorĀ 10 Tahun 2013. Bagi para pelakon musik, tentunya hari ini memilki makna tersendiri bagi mereka. Tika dan Udjo āProject PopāĀ mengusulkan pemerintah buat UU untuk lebih apresiasi musisi.
Ditemui di kawasan bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (8/3/2018) TikaĀ dan UdjoĀ beri pendapatnya tentang hari musik nasional. Menurut Udjo, hari musik nasional merupakan sebuah warisan budaya mengingat musik adalah bentuk budaya yang berkembang terus menerus dan menemani kehidupan berbangsa dan bernegara. āJadi tahun kapan kita berdiri, sampai sekarang ada musiknya. Jadi ketika ada hari musik nasional ini adalah bentuk apresiasi terhadap karya-karya (musik) itu,ā ujar Udjo. TikaĀ pun menambahkan, āTidak hanya karya itu, namun juga penciptanya, para musisi yang terlibat di dalamnya... pelakunya, penyanyinya, penciptanya.ā
Pada kesempatan ini keduanya buka suara tentang ke-tidak-sejahteraan musisi yang karyanya dipakai oleh orang lain. UdjoĀ berpendapat bahwa permasalahan in tak kunjung usai, bahkan sampai saat ini. Ia mengharapkan musisi-musisi muda bisa mendorong pemerintah untuk lebih memperhatikan para pelakon dunia musik dari sisi rewarding. Bagi TikaĀ Ā punishmentĀ tak kalah penting diperhatikan agar para pelanggar mendapatkan efek jera dan para pelakon musik mendapat haknya dengan layak.
Advertisement
(credit : kapanlagi.com/fikrialfirosyadi)Era digitalĀ pun turut ambil bagian dalam lika liku industri musik. Dimana era ini mempermudah distribusi karya para musisi sampai hingga ke telinga para pecinta musik. āSekarang gini lho, tinggal downloadĀ aja. Tapi apa semua orang mendowloadĀ dari portal yang legal?... jadi kayak bisa gratis kenapa enggak? ā tutur Udjo. ā...proses membuat lagu itu melibatkan banyak orang. Dan ketika apa yang menjadi hak pemilik lagi diberikan, bayangkan karya apa lagi yang berikutnya akan dibuat!ā Jelas TikaĀ setuju dengan Udjo.
UdjoĀ juga mengungkap pendapatannya bahwa musik karya musisi dalam negeri bisa saja bersaing dengan musik luar. Hal ini dapat terwujud jika musisi kita mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri. āKenapa ada kata-kata semoga bisa menjadi tuan rumah di negara sendiri? Karena negara kita itu penduduknya jutaan. Memang harus itu dulu yang kita hibur... menjadi tuan rumah itu tidak hanya berkaryanya, tapi juga mendapatkan pengharagaan di negeri sendiri.ā
Bicara tentang musik, kita tidak akan lepas dari musisi coverĀ yang semakin hari semakin menjamur. Dari coverĀ lagu, mereka pun digemari banyak orang. Tak berhenti sampai disitu, mengcover lagu kini dapat menjadi profesi yang tak kalah komersil. Dari iseng menjadi uang. Terkait hal ini TikaĀ pun berpendapat, āOh enggak apa-apa kalau cover-coverĀ sih ya. Tapi lebih bagus kalu si empunya di-mentionĀ kalau perlu di-DM aja dulu... Misal dia bilang enggak boleh, ya udah jangan. Apalagi kalau sudah... melibatkan monotizeĀ di dalamnya. Kayak uang di dalamnya. Terus dia di-approve, āGimana ih kalau masuk ke digital platform?ā Nah, ... kemudian bernegosiasi sama si pemilik lagu. āBagian elo berapa?ā
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
(kpl/far/ren)
Advertisement
-
Teen - Fashion Kasual Celana Jeans Ala Anak Skena: Pilihan Straight sampai Baggy yang Wajib Dicoba
