Harvey Malaiholo Sayangkan Perubahan Konsep AFI
Kapanlagi.com - Penyanyi Harvey Malaiholo menilai Akademi Fantasi Indosiar (AFI) kedua dari segi materi akademia lebih baik dibanding sebelumnya, namun tapi sayangnya konsep mencari seorang penyanyi telah berubah menjadi mencari populer.
Bahkan, Harvey yang ditemui disela-sela penganugerahan JW Marriott Award di Surabaya, Selasa, merasa menyesal menjadi penyeleksi peserta AFI kedua (di Yogyakarta) jika akhirnya ajang tersebut telah berubah konsep seperti itu.
"Kalau tahu begitu saya nggak mau jadi juri. Sangat disayangkan kalau AFI kedua bukan cari penyanyi, mereka kan setiap Sabtu nyanyi, bukan melawak ataupun yang lain. Jadi kalau mau menciptakan seorang entertainer masih jauhlah," katanya.
Menanggapi tentang komentator dalam penyelenggaraan AFI, Harvey menilai sudah bagus. "Komentar-komentarnya sudah pas sekali, memang harus begitu akedemia harus dikerasin, ini untuk persiapan mereka terjun ke persaingan bisnis, harus dilatih, kalau tidak dikerasin takutnya mereka tidak siap," ujarnya.
Advertisement
Mengenai pemilihan pemenang AFI melalui Short Message Service (SMS), menurut dia, ada kurang dan lebihnya.
Ia mengatakan, hasil SMS akan baik kalau dilakukan seperti "American Idol". Penonton baru diberi kesempatan mengirimkan SMS setelah peserta tampil.
"Tapi kalau di AFI, akademia belum tampil, atau bahkan di acara diari, penonton sudah diperbolehkan kirim SMS, ini bisa mempengaruhi perolehan jumlah SMS yang nantinya sifatnya subyektif," kata Harvey.
Ia mencontohkan, dalam pelaksanaan AFI yang pertama, si pemenang memang bisa menyanyi, namun secara teknis ada akademia lain yang lebih pantas menjadi pemenangnya.
Karena itu, menurut dia, penentuan pemenang lewat SMS kurang tepat. Penilaian yang lebih akurat harusnya melalui penjurian oleh orang yang ahli di bidangnya dan dapat mempertanggungjawabkan penilainannya berdasarkan teknik yang mereka miliki.
Apresiasi
Sementara itu, Director of Sales and Marketing JW Marriott Hotel Surabaya, Irgo Bachtiar, menyebutkan, hotel yang dikelolanya menganugerahkan enam penghargaan kepada institusi yang dinilai selama ini telah banyak mendukung dan ambil bagian dalam sukses JW Marriott Hotel Surabaya.
Penghargaan itu diserahkan kepada PT HM Sampoerna yang memperoleh penghargaan Best Corporate Account 2004, Haryono Tour and Travel menerima Best Travel Agent Account 2004 dan PT PAL Indonesia menerima penghargaan Best Government Account 2004.
Penerima penghargaan lainnya, Zulkifli dari YOB Pertamina Petrochina menerima penghargaan Best Booker 2004, Lion Air menerima penghargaan Best Airline Partner 2004 serta PT Jawa Pos Group menerima Best Media Partner 2004.
"Penghargaan itu sebagai bentuk apresiasi terhadap bookers, travel agent dan corporate client yang telah banyak mendukung kesuksesan JW Marriott Hotel Surabaya," kata Irgo.
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
(*/dar)
Advertisement
-
Teen - Fashion Kasual Celana Jeans Ala Anak Skena: Pilihan Straight sampai Baggy yang Wajib Dicoba
