Kupu-Kupu Suguhkan Rock 80-an

Kapanlagi.com - Menghidupkan lagi warna musik rock 80–an yang dibumbui sound modern menjadi tampang album debut 1# Kupu-Kupu yang kini direpackage. Band yang terbentuk tahun 2002 di Jakarta dengan formasi akhir, Rudy Prima (vocal), Dave Leonard (vocal), Pasha ( drum), Silvian Aritonang (bas), Fry (gitar) dan Adji Wahyudi (keyboard) ini, tak ingin lagi mengulang kesalahan pertama. Kurangnya promosi menjadi album pertama mereka tenggelam.

Seperti dikatakan vokalisnya, Rudy Prima, di Musica Studio, belum lama ini, album repackage yang akan keluar November akan digeber dengan promotour di Jawa Timur, Bali dan Makassar. "Dipilihnya daerah sebagai ajang promo karena daerah itu bersifat marketable, sementara Jakarta puncaknya."

Ditambahkan oleh Rudy, mereka akan naik stage di kampus-kampus dan café plus radio-radio. "Kita akan berada di Jatim satu minggu, Bali satu minggu, Makassar juga satu minggu. Selepas lebaran ini akan jalan." Selain itu Kupu-Kupu juga akan lauching album secara live konser bekerjasama dengan salah satu televisi. Karena bagaimanapun promo merupakan satu cara untuk menaikkan branding. Kalau ingin branding naik genjot dengan promo.

Ini merupakan satu aksi Kupu-Kupu yang paling total dalam promo setelah kurang maskimal diawal album. Kekurangan maksimal ini dampak dari tidak kumpulnya personil Kupu-Kupu di Jakarta. Misal Rudy Prima, mantan penyanyi cilik era Julius Sitanggang, Hana Pertiwi dan Novia Kolopaking ini, lebih banyak ngedon di café-café Singapura dan Kuala Lumpur. Sementara Adji Wahyudi, keyboardis sekaligus produser Kupu-Kupu, tinggal di Australia. Lainnya disibukkan dengan jadwal manggung diberbagai café secara sendiri-sendiri.

Uniknya lagi di album repackage ini, Kupu-Kupu akan mengajak kerja bareng maestro musik jawa, seperti Waljinah atau Ki Mantep Sudarsono untuk berkolaborasi. Ini sesuai keyakinan dari Kupu-Kupu bahwa setiap negara mempunyai musik etnik yang bisa diramu menjadi bebunyian dan harmonisasi yang menarik.

"Dapat dikatakan Kupu-Kupu merupakan wadah idealisme dalam berkarya. Kita hanya berharap musik yang kita suguhkan bisa diterima oleh pecinta musik negeri ini. Paling tidak dengan basic kita dari café, akan menjadikan kita kuat di performance panggung, seperti yang terjadi Gigi. Mereka dalam penjualan biasa saja tapi dipanggung mereka kuat banget. Itu yang ingin kami bangun," pungkas Adji yang suka mengeksplor suara musik dengan piranti komputer.

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(kl/wwn)

Rekomendasi
Trending