Letto Akan Meriahkan Kampanye 'UmMa' di Medan

Kapanlagi.com - Kampanye putaran terakhir pasangan calon gubernur/wakil gubernur (cagub/cawagub) Sumatera Utara HM Ali Umri - H. Maratua Simanjuntak (UmMa) di Kota Medan, Jumat (11/4), akan dimeriahkan grup band Letto dan dihadiri sekitar 125 ribu massa pendukung.

"Ini kampanye terakhir kita di zona 1 di Kota Medan. Karenanya kita akan memaksimalkan kehadiran massa pendukung UmMa," ujar Sekjen Aliansi Masyarakat Pendukung Ali Umri (AMPAU), Sartjipto King, di Medan, Kamis (10/4).

Didampingi Penasehat AMPAU Chandra Kirana (Afuk), Wakil Ketua AMPAU, Ir. Zulkifly dan Damarai Selwan (Aboy) dan Wakil Sekjen AMPAU Toni, ia mengatakan, AMPAU sendiri akan mengerahkan sekitar 20 ribu massanya termasuk dari kalangan etnis Tionghoa.

Kampanye putaran terakhir di Kota Medan yang akan digelar di Lapangan Merdeka Medan mulai pukul 14.00 WIB itu juga akan dihadiri 15 aliansi pendukung pasangan 'UmMa' lainnya, diantaranya LPU, WIN Center, Gempur, Gemppar, AMPI, Soksi dan GAMI.

Sementara sejumlah juru kampanye nasional yang akan ikut ambil bagian dalam kampanye pasangan dengan nomor urut 1 itu antara lain Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar HR Agung Laksono dan Dewan Penasehat DPP Partai Golkar, Surya Paloh.

Selain itu juga akan tampil sebagai jurkam Ketua DPP Partai Golkar Burhanuddin Napitupulu dan Andi Matalatta serta anak mantan Wakil Presiden Adam Malik, Antarini Malik.

Pada kesempatan itu Sartjipto King juga menegaskan massa yang akan menghadiri kampanye pasangan cagub/cawagub Sumut periode 2008-2013 yang diusung Partai Golkar itu merupakan massa riil dan sama sekali bukan massa bayaran.

"Mereka termasuk 3.000 massa tukang beca dan 1.500 barisan armada Vespa," katanya.

Diantara massa juga termasuk ribuan etnis Tionghoa yang berasal dari kantong-kantong etnis Tionghoa di Kota Medan seperti Kota Bangun, Asia Mega Mas, Jalan Metal, Kampung Baru, Karang Sari dan Pulo Brayan.

"Pada pilgub 16 April nanti kalangan etnis Tionghoa dipastikan akan menyalurkan suara mereka untuk pasangan 'UmMa'. Jadi klaim yang menyebutkan etnis Tionghoa mendukung pasangan lain sama sekali tidak benar," ujar Sartjipto yang juga WNI keturunan Tionghoa itu. 

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(*/bun)

Rekomendasi
Trending