Presiden Yaiyo: Ya... Todong Sana, Ya... Todong Sini
Kapanlagi.com - Dalang kontemporer, Ki Sujiwo Tejo kembali menabrak tatanan. Kali ini, pria kelahiran Jember 31 Agustus 1962 ini menabrak kelaziman ketika merilis album keempatnya, Presiden Yaiyo. Ia tidak lagi memakai jasa produser profesional. Semuanya dilakukan independen, dibiayai sendiri, diproduksi sendiri dan dipasarkan sendiri juga.
''Produser mana, Cak, yang mau membiayai album yang berisi kritik sosial. Ndak laku bagi mereka,'' katanya singkat kepada kapanlagi.com di sela-sela promosi keliling album ke empatnya di Malang. Lalu bagaimana ia membiayai album keempatnya itu.
Dengan enteng seniman pria berambut gondrong ini menjelaskan; “Ya dari tembak sana tembak sini. Todong sana todong sini. Makanya dalam album Presiden Yaiyo ini produser eksekutifnya ya.. mereka yang dengan ikhlas, sungkan atau terpaksa membeli lukisan-lukisan saya. Dana dari mereka inilah yang kemudian untuk membiayai album ini,'' papar pemeran Toro Margen dalam film Kafir ini.
Presiden Yaiyo, kata Sujiwo Tejo nuansanya sangat berbeda dengan tiga album pendahulunya. Album pertama Pada Suatu Ketika (1997), kedua Pada Sebuah Ranjang (1998), ketiga Syair Dunia Maya (2003).
Advertisement
Pada album terakhir Presiden Yaiyo Sujiwo lebih banyak berbicara tentang degradasi moral yang terjadi di Indonesia. Sepuluh tembang yang tersaji berintikan kritik sosial yang tidak hanya mengkritisi ketidakbetulan moral petinggi negara semata. Keculasan moral rakyat juga disentil.
''Pejabat korupsi ya karena rakyatnya juga suka korupsi. Saya korupsi sampeyan-sampeyan juga melakukan korupsi. Saya sudah tidak tahan melihat kondisi sosial seperti ini. Makin banyak orang bunuh diri. Makin banyak ibu yang membunuh anaknya. Ini fenomena sosial yang sudah mengkhawatirkan,'' katanya.
Album Predisen Yaiyo digarap Sujiwo Tejo bersama dengan para musisi jazz. Nuansa jazzi sangat kental di album ini. ''Saya hanya membuat liriknya. Untuk aransemen saya serahkan ke orang lain. Memang banyak yang mengkiritik mengapa tidak saya kerjakan sendiri seperti album pertama. Inilah hidup yang selalu berubah. Dalam berkesenian pun saya juga berubah,'' katanya.
Untuk memasarkan album keempat ini Sujiwo Tejo mengaku harus bekerja keras dan cerdik. Ia pun rela ngeloyong sana-ngeloyong sini, masuk studio radio satu ke studio radio lainnya mempromosikan Presiden Yaiyo. Termasuk menggelar pentas kesenian di delapan kota yang telah direncanakan. Diantaranya ke Surabaya, Solo dan Malang. Di Malang Sujiwo Tejo menggelar pertunjukan di Hall Cinemax Cafe pada Minggu (15/07) malam.
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
(kpl/rsd)
Advertisement
