Safapolly Eks Girl Group V1RST Dobrak Stigma Negatif DJ Wanita

Safapolly Eks Girl Group V1RST Dobrak Stigma Negatif DJ Wanita
Safapolly - Credit: Istimewa

Kapanlagi.com - Usai tiga tahun vakum dari aktivitas girl group V1RST, Safapolly kembali menggebrak panggung hiburan Tanah Air. Bukan dengan mikrofon sebagai penyanyi utama, melainkan berdiri di balik turntable sebagai seorang Disc Jockey (DJ). Dalam perjalanan karier barunya ini, putri dari artis Lita Keysha tersebut membawa misi khusus: mematahkan stereotip negatif yang kerap melekat pada DJ wanita.

Safapolly, yang memulai debutnya bersama V1RST pada 7 Oktober 2022, kini memfokuskan energinya untuk mengeksplorasi musik elektronik. Meski baru memulai kursus profesional pada November 2025 dan tampil perdana di Januari 2026, Safapolly menegaskan bahwa keputusannya ini didasari oleh passion bermusik yang kuat, bukan sekadar mengikuti tren.

Bagi dara kelahiran Jakarta, 7 Oktober 2006 ini, transisi dari penyanyi idola ke DJ bukanlah lompatan yang jauh. Keduanya tetap berbicara dalam bahasa yang sama: musik.

"Sebenarnya menurut aku pribadi karena sama-sama musik. Ini tentang BPM, tentang tempo, tentang lagu. Jadi aku masih senang mainnya," ujar Safapolly.

Ia mengakui bahwa meski genre-nya berbeda dari latar belakang R&B dan Pop saat bernyanyi, tantangan teknis dalam mixing lagu memberikan adrenalin tersendiri. Safapolly menyebut Baile Funk dan EDM sebagai genre favoritnya saat ini, dengan Peggy Gou, Hugel, dan Baby J sebagai influence terbesarnya dalam bermusik.

Baca juga berita lainnya di Liputan6.com

1. Tepis Stigma Negatif Soal DJ Wanita

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Safapolly saat terjun ke industri ini adalah stigma masyarakat. Profesi DJ wanita sering kali dipandang sebelah mata dan dikaitkan dengan perilaku negatif karena lingkungan kerja dunia malam. Melalui kemampuannya, Safapolly ingin membuktikan bahwa anggapan tersebut salah.

"Untuk teman-teman di luar sana, stop stereotype. Kalau ceweknya DJ itu artinya cewek gak benar. Karena gak semua orang seperti itu. Ada orang yang benar-benar nge-DJ karena memang suka musik," tegas Safapolly.

Ia menekankan pentingnya menjaga diri dan profesionalisme. Dalam hal penampilan, Safapolly memilih gaya yang fashionable dan elegan, alih-alih sekadar tampil terbuka.

"Aku memang suka fashion. Aku pengen tampil seksi, tapi seksinya tuh yang elegan. Cara menjaganya adalah dengan jaga diri, karena kita kerja profesional," tambahnya.

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

2. Dukungan Penuh Sang Ibu dan Rekan V1RST

Langkah Safapolly ini mendapat dukungan penuh dari sang ibu, Lita Keysha, yang juga memiliki latar belakang di dunia hiburan. Menurut Safapolly, ibunya sangat suportif karena memahami seluk-beluk industri entertainment.

Tak hanya keluarga, rekan-rekannya di V1RST, yang kini tengah sibuk dengan karier individu masing-masing mulai dari akting hingga editing, juga memberikan dukungan moral.

"Alhamdulillah mereka sangat support. Pas awal-awal aku main, mereka datang, ikut videoin, dan mereka enjoy," ungkap Safapolly.

3. Harapan

Ke depannya, Safapolly berharap bisa merilis karya orisinalnya sendiri sebagai produser musik dan berkolaborasi dengan DJ internasional seperti idolanya, Peggy Gou. Saat ini, Safapolly aktif tampil di berbagai venue ternama seperti Social Garden dan acara kolektif musik.

Safapolly adalah musisi muda kelahiran Jakarta, 7 Oktober 2006. Memiliki tinggi 160cm, Safapolly mengawali kariernya melalui kompetisi The Voice Kids 2019 (Top 100) dan acara Sing Like Mama. Ia dikenal luas sebagai anggota girl group V1RST yang debut pada tahun 2022. Kini, Safapolly aktif sebagai DJ profesional dengan spesialisasi genre Baile Funk dan EDM.

(Lama tak terdengar kabarnya, komedian senior Diding Boneng dilarikan ke Rumah Sakit.)

(kpl/pur/ums)

Rekomendasi
Trending