Tepis Asumsi Negatif, BAS Luncurkan Album
Kapanlagi.com - Bikers!, tak banyak orang berpikir positif dengan kata tersebut. Bikers konotasinya selalu jelek. Gerombolan sepeda motor bertampang sangar, tak punya aturan dan mengerikan. Tapi tidak semua asumsi seperti itu benar. Di kalangan bikers, rasa kesetiakawanan dan saling tolong masih dijunjung tinggi. Ironisnya hal seperti ini nyaris punah di negeri ini. BAS, bisa jadi salah satu contoh yang masih tertinggal.
BAS kependekan dari Bike Art Soul adalah band berpersonil pecinta tunggang kuda besi merek Binter. Mereka terdiri dari Bo'et (vocal), Posto (vocal), Koko (gitar), Praza (gitar), Andi (gitar), dan Rodex (drum).
Sebagai bikers mereka menjaga tradisi tolong menolong dan kesetiakawanan. Dan sebagai musisi mereka ciamik meramu kejadian sehari-hari di kalangan bikers menjadi lagu. Balutan musik rock n roll, soul dan blues menjadi cermin ekspresi kreatif alam kebebasan bikers. Sekaligus menepis asumsi negative, bikers itu nakal.
"Kita memang disatukan dalam satu kecintaan yaitu motor, bukan motor besar memang, kami menyebutnya motor sedang saja, Binter KZ 200, motor murah tapi bebas untuk berekspresi. Kita semua di sini asli bikers dengan latar belakang musisi, dengan kesamaan ini kita membentuk band berdiri 2005, misinya jelas untuk menepis anggapan kalau bikers itu tak aturan, kalau tampang jelas awut-awutan tapi jangan lihat tampang tapi hati," tandas Bo'et di MU Café, (24/12).
Advertisement
'Kenakalan' BAS malah tersimak dalam lirik-lirik lagu yang bercerita tentang keseharian para bikers, seperti lagu Botol Oli, Bengkel Jaing, Motor Mampus, Bikers dan lagu lainnya yang total berjumlah 12 lagu.
Mereka hanya menargetkan bisa diterima di pecinta musik, album ini lebih mungkin dari bisa. Kritikus musik Bens Leo pun memujinya.
Dalam ulasannya Bens, mengatakan album ini sangat baik di tengah jaman RBT-an, album ini wajib didengar dengan membeli ujud fisiknya dalam bentuk CD. "Ini album yang kaya variasi," sebut Bens.
"Album Bike Art Soul ini bisa mengisi segmen yang kosong, BAS memainkan musik sesuai dengan jiwa mereka. Ini penting untuk dipertahankan dalam sebuah band. Dan ini album yang inspiratif dalam memberikan kesegaran di industri musik kita".
Layak di puji tapi tak pantas berbesar kepala, anak–anak BAS sadar bahwa ini satu awal yang besar. Mentok – mentoknya album ini laku di kalangan komunitas biker, api BAS tak ingin berkutat di satu tempat saja. Peran media dan jurnalis sangat disadari BAS. "Kita ingin keluar main di luar komunitas, kita juga ingin lebih luas lagi, tapi tanpa bantuan media dan jurnalis kita tidak ada apa-apanya, hanya akan berkutat di sini saja," pungkas Koko merendah.  Â
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
(kpl/wwn/dar)
Advertisement
-
Teen - Fashion Kasual Celana Jeans Ala Anak Skena: Pilihan Straight sampai Baggy yang Wajib Dicoba
