Vidi Aldiano Anggap Dunia Musik Indonesia Belum Merdeka!

Vidi Aldiano Anggap Dunia Musik Indonesia Belum Merdeka! Vidi Aldiano Ā© KapanLagi.comĀ®/Muhammad Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - Musikalitas Vidi AldianoĀ memang tak perlu diragukan lagi. Berkat pengetahuannya itu, pria kelahiran Jakarta, 29 Maret 1990 ini mampu membuat namanya menjadi salah satu penyanyi papan atas.


Selain dikenal akan suaranya yang merdu dan empuk, banyak orang yang menilai VidiĀ punya rasa sosial yang tinggi. Hal itu terbukti dari kepeduliannya terhadap penderita aids. Bahkan pelantun Status PalsuĀ ini pun sampai membuat sebuah lagu dengan tema tersebut.


ā€œDi Indonesia, buat di industri musik gue rasa belum merdeka, karena belum bebas berkarya dan karya gue belum dimaknai secara penuh oleh masyarakatā€ž
Vidi Aldiano




Sayangnya, meski sudah berhasil mendapat perhatian banyak orang dengan karya-karyanya, menurut Vidi, musik di Indonesia masih belum merdeka. Saat dijumpai di Menara Peninsula, Jakarta Barat, Kamis (13/8), VidiĀ pun sempat menjelaskan alasannya.


Vidi Aldiano anggap dunia musik Indonesia belum merdeka Ā© KapanLagi.comĀ®/Muhammad Akrom SukaryaVidi Aldiano anggap dunia musik Indonesia belum merdeka Ā© KapanLagi.comĀ®/Muhammad Akrom Sukarya


"Di Indonesia, buat di industri musik gue rasa belum merdeka, karena belum bebas berkarya dan karya gue belum dimaknai secara penuh oleh masyarakat. Pemerintah belum mengeluarkan undang-undang hak cipta, secara menyeluruh belum bisa dihargai, semua musisi pingin pemerintah berikan hak penuh," jelasnya."


Pada kesempatan yang sama, VidiĀ juga sedikit bercerita tentang makna dari kemerdekaan. Menurutnya, zaman sekarang sangat berbeda dengan dulu. Kini, publik dan pemerintah sudah bisa saling support.


"Sekarang beda banget, menurut gue sudah bisa memberikan pendapat masyarakat supportĀ pemerintahan, pemerintahan juga sebaliknya, bebas berkarya juga, berkontribusi buat negara," pungkasnya.


(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(kpl/aal/mhr)

Rekomendasi
Trending